STATISTIK UJI PROFISIENSI

DiA-PT mengimplementasikan ISO 17034 sebagai penyelenggara uji profisiensi/uji banding. DiA-PT fokus kepada penyelengaraan uji profisiensi/uji banding kalibrasi. Dalam melakukan perhitungan statistik, kami mengikuti panduan pada ISO 13528.

1. HOMOGENITY dan STABILITY

Homogenity adalah keseragaman dalam artefak, dalam kasus uji profisiensi/uji banding kalibrasi homogenity bisa diabaikan karena artefak hanya terdapat satu dan didistribusikan ke seluruh peserta.
Berbeda untuk stability, dimana dalam skema uji profisiensi/uji banding kalibrasi, artefak dapat berada diluar kondisi “nyaman” yang dapat mempengaruhi stability artefak. Dalam kasus ini, kami :

1. memonitor stabilitas artefak dari siklus ke siklus;
2. sebisa mungkin memilih artefak dengan kualitas dan uncertainty yang baik;
3. menerapkan perlindungan/case sebaik mungkin untuk meminimalisir kemungkinan kerusakan saat distribusi. 

2. DATA BLUNDER

Pada tahap awal, seluruh data akan kami evaluasi secara visual untuk memfilter data blunder. Maksud dari data blunder adalah data yang sangat ekstrim sehingga terlihat jelas berbeda jauh dari data lainnya ataupun kesalahan pada hal kecil seperti salah penulisan satuan dll. Dalam kasus ini, maka kami :

1. Mengirimkan informasi melalui whatsapp kepada peserta pemilik data untuk mengkonfirmasi data;
2. Jika dalam kasus no 1 peserta tidak mengkonfirmasi dalam waktu 3 hari maka data tersebut akan kami gunakan dalam analisis data;
3. Jika peserta mengkonfirmasi adanya kesalahan, maka peserta dapat mengirimkan ulang data uji bandingnya dan perhitungan akan diulang. 

3. PENENTUAN NILAI ACUAN UJI PROFISIENSI

Dalam menentukan nilai acuan uji profisiensi DiA-PT menggunakan 2 sumber, yaitu :

1. Acuan dari lab referensi terakreditasi
2. Konsensus perserta terakreditasi KAN

4. METODE STATISTIK UNTUK PENENTUAN NILAI ACUAN BERDASARKAN KONSENSUS

Dalam menentukan nilai rata-rata dan standar deviasi acuan, kami menggunakan metode Robust analysis Q/Hampel berdasarkan ISO 13528 Annex C. Q/Hampel dipilih karena memiliki ‘Breakdown Point’ (kemampuan mentoleransi outlier tanpa membuat nilai acuan berubah ekstrim) yang tinggi. 

breakdownpoint statistik uji profisiensi

Nilai uncertainty acuan dihitung berdasarkan rumus (6) pada ISO 13528 :

uncertainty uji profisiensi

5. EVALUASI PERFORMA

Dalam menentukan hasil akhir dari performa peserta, DiA-PT menggunakan En-Score.

En-Score :

en score uji profisiensi

Evaluasi hasil En-Score :
En < 1 Hasil Memuaskan
En > 1 Hasil tidak memuaskan

Perhitungan performa peserta akan ada 2 yaitu berdasarkan lab referensi dan nilai konsensus. Pada kasus ini, DiA-PT akan menyatakan hasil memuaskan jika 80% dari total setpoin uji memiliki En-Score < 1 pada salah satu nilai acuan (bedasarkan lab referensi atau nilai konsensus).

Share this Page!

Made with Mobirise ‌

Free Offline Site Software
Ada pertanyaan?
Customer Support
Perlu Bantuan? Chat kami melalui Whatsapp