tag: uji profisiensi kalibrasi, uji banding kalibrasi, uji profisiensi, uji banding, kalibrasi, uji profisiensi kalibrasi, uji banding kalibrasi, uji profisiensi, uji banding, kalibrasi

BAGAIMANA DIA-PT MENGHITUNG PERFORMA UJI PROFISIENSI

12 Juni 2022

1. PENILAIAN PERFORMA

Berdasarkan ISO 13528 untuk menghitung performa hasil uji profisiensi dapat digunakan beberapa metode, namun terdapat 2 yang paling umum yaitu :
a. Z-Score, umum digunakan pada uji profisiensi pengujian

z score

Cuplikan rumus Z score dari ISO 13528

b. En-Score, umum digunakan pada uji profisiensi kalibrasi ataupun uji profisiensi lain yang melibatkan nilai ketidakpastian yang diperluas

en score

Cuplikan rumus En score dari ISO 13528

DiA-PT sebagai penyelenggara uji profisiensi kalibrasi menilai performa peserta menggunakan En Score. Berdasarkan rumus en score diatas, untuk dapat menghitung en score diperlukan 4 variabel yaitu:
1. Nilai acuan uji profisiensi
2. Nilai acuan ketidakpastian yang diperluas dari uji profisiensi
3. Nilai peserta
4. Nilai ketidak pastian peserta
Nilai peserta (poin 3) dan ketidakpastian peserta (poin 4) didapatkan dari laporan hasil uji profisiensi peserta yang diupload pada aplikasi DiA-PT.
Sedangkan nilai acuan uji profisiensi dan nilai acuan ketidakpastian yang diperluas dari uji profisiensi, DiA-PT menggunakan 2 metode untuk menetukannya, yaitu:
1. Nilai dari lab referensi
2. Nilai berdasarkan konsensus peserta


2. PENENTUAN NILAI ACUAN

2.1 Berdasarkan Dari Lab Referensi
Penentuan nilai acuan berdasarkan lab referensi adalah yang paling sederhana, yaitu dengan merujuk kepada hasil kalibrasi dari artefak yang dilakukan oleh lab referensi.
Dimana nilai acuan diambil dari error dari setiap set poin uji, sedangkan nilai ketidakpastian berdasarkan nilai ketidakpastian pada laporan kalibrasi.

2.2 Berdasarkan Konsensus
Penetuan nilai acuan berdasarkan konsensus cenderung lebih rumit dan jarang diterapkan. Pada penetuan nilai acuan berdasarkan konsensus perlu menggunakan pendekatan statistik yang berhati-hati termasuk bagaimana menentukan nilai outlier.
DiA-PT menggunakan robust method Q/Hampel untuk mendapatkan nilai acuan dan standar deviasi acuan. Robust method dipilih karena dapat mentoleransi nilai oulier yang baik tanpa perlu melakukan analisa outlier terpisah (misal dengan metode grub atau Cochran c).  

q/hampel

Cuplikan deskripsi q/hampel dari ISO 13528

Namun menggunakan Q/Hampel hanya menghasilkan nilai acuan dan standar deviasi acuan. Dimana ini cukup untuk menghitung z score (tidak memerlukan ketidakpastian), sedangkan untuk menghitung en score diperlukan nilai acuan ketidakpastian yang diperluas.
Untuk mendapatkan nilai ketidakpastian, DiA-PT menggunakan rumus (6) per iso 13528. 

formula (6) iso 13528

Cuplikan rumus (6) dari ISO 13528

Dari rumus (6) kami dapat menghitung ketidakpastian menggunakan informasi standar deviasi acuan (s*) yang didapat dari metode Q/Hampel dan jumlah peserta (p).
Ketidakpastian (u kecil) tidak cukup untuk menghitung en score, karena en score memerlukan informasi ketidakpastian yang diperluas (U besar). Oleh karena itu untuk mendapatkan U maka maka u perlu dikalikan dengan K, dimana K telah ditetapkan bernilai 2 dari awal perecanaan uji profisiensi (oleh karena itu peserta wajib melaporkan ketidakpastia dengan K=2).
Dengan begini variabel nilai acuan dan nilai acuan ketidakpastian yang diperluas sudah didapat dan dapat lanjut ke perhitungan performa menggunakan en score.


3. CROSSCEK PADA LAPORAN SUMMARY

Pada laporan summary kami sudah menyertakan keterangan rumus yang kami gunakan terkecuali cara perhitunagn Q/Hampel karena cukup rumit dan perlu dibantu software.
Berikut cara crosscek perhitungan uji profisiensi anda:

3.1 Berdasarkan Referensi 

lap summary labref


Contoh pada setpoint uji 20 mm

En= (-0.00190-0.00000)/√(〖0.01800〗^2+ 〖0.01400〗^2 )
En= (-0.00190)/√(0.000324+ 0.000196)
En= (-0.00190)/√0.000520
En= (-0.00190)/0.02280
En= -0.08

Penilaian performa menggunakan en score dianggap memuaskan jika -1,0 < En < 1,0 oleh karena itu DiA-PT menampilkan nilai en score dalam nilai absolut menjadi 0.08 dengan kriteria |En| < 1. 

3.2 Berdasarkan Konsensus

lap summary konsensus


Contoh pada setpoint 100 mm
Menggunakan Q/Hampel didapat Nilai Acuan (xpt) dan Std Dev Acuan (spt). Masih diperlukan variabel ketidakpastian acuan yang diperluas untuk dapat menghitung en score.
Menghitung ketidakpastian acuan :
u(xpt )=1.25 × 0.00659/√5
u(xpt )=1.25 × 0.00659/2.23606
u(xpt )=1.25 × 0.00295
u(xpt )=0.00368

Hitung ketidakpastian acuan yang diperluas dengan mengalikan ketidakpastian acuan dengan K
U(xpt )=0.00368 ×2
U(xpt )=0.00737

Semua variable sudah didapatkan, en score dapat dihitung.
En= (-0.00310-(-0.00429))/√(〖0.01800〗^2+ 〖0.00737〗^2 )
En= 0.00119/√(0.000324+ 0.000054)
En= 0.00119/√0.000378
En= 0.00119/0.01944
En= 0.06

Penilaian performa menggunakan en score dianggap memuaskan jika -1,0 < En < 1,0 oleh karena itu DiA-PT menampilkan nilai en score dalam nilai absolut menjadi 0.06 dengan kriteria |En| < 1.


DiA-PT satu satu nya penyelenggara uji profisiensi yang berbasis online dan menerapkan 2 jenis perhitungan nilai acuan untuk menetukan performa peserta. Dengan menyertakan metode konsensus peserta dapat terhindar dari kesalahan yang mungkin dilakukan lab referensi. Dari perhitungan konsensus peserta dapat melihat kemampuan peserta relatif terhadap lab lain.

Buat akun anda DiA-PT anda dan catat waktu pembukaan siklus uji profisiensi yang kami tawarkan pada link ini.

Share this Page!

Follow Us!

Built with Mobirise ‌

Website Maker
Ada pertanyaan?
Customer Support
Perlu Bantuan? Chat kami melalui Whatsapp